Suka-suka penulis

Tempat tongkrongan asik yang bakal menghibur kamu di saat malam yang suram

Welcome

Artikel, Rubrik, Tips dan Trik, Ebook

Love is Magic

Cinta memaparkan semua perasaan dalam diri

Don't miss it!

Artikel dan Rubrik segera hadir.

Library

Grab your book!

Thanks

Berikan opini Anda tentang blog ini

Rabu, 03 Desember 2014

Petualangan Pilik dan Alit


Petualangan Pilik dan Alit
Namanya Pilik seorang anak laki-laki berasal dari kampung pedalaman yang sangat jauh dari keramaian kota. Dan sahabat setianya Alit, dia bertubuh kecil namun dia sangat pemberani dan berjiwa patriot layaknya seorang pahlawan revormasi. Mereka begitu akrab seperti kakak adik yang mengabiskan waktu bersama.
Suatu ketika pilik memikirkan suatu hal yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia memikirkan dimana suatu tempat yang begitu ramai penuh dengan orang-orang yang sibuk berlalu lalang seperti bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Dari kejauhan terlihat Alit berlari sembari berteriak menemui Pilik yang sedang melamun.
“Hoiii....Pilik, kemana saja kau ini?”alit yang datang sambil menepuk punggung pilik
“Hey kau pelankan suaramu itu, telingaku tidak tuli masih normal ini telinga. Lagian ada apa kau cari-cari aku?”cletuk pilik dengan emosi
“Ampun, tak bermaksud aku seperti itu. Aku kemari begini, aku punya rencana buat petualangan kita.”
“Apa rencanamu itu?”
“Ayo kita pergi ke kota!” dengan suara lantang alit menyebutkan dan tersenyum lebar
“Kota? Tempat macam apa itu? Belum pernah aku dengar nama kota, apa disana banyak kera, burung  atau air terjun?” pilik yang semakin penasaran, dia merangkul alit untuk segera bercerita
“Ah bukan seperti itu”
“Oh ya sekarang aku tau.... pasti laut dengan ikan yang indah kan?” jarinya sambil menunjuk ke suatu arah
“Bukan juga seperti itu, Ah kau ini. Apa kau belum tau apa itu kota?” dengan menghela nafas ia menggelengkan kepala
“Beeeh, baru dengar saja dari kau , mana ku tau tentang kota itu?” tanya-nya
“Kota itu tempat yang banyak cahaya di malam hari, orang-orang berkumpul disana, dan juga kau bisa makan enak disana”
“Adakah tempat seperti itu?”
“Ya ada lah, gimana kau ini”
“OK.. besok kita jalan kaki ke kota” dengan semangat pilik berdiri
“Gila saja kau, jalan kaki dari sini ke kota butuh waktu tujuh hari. Matilah dijalan kita sebelum sampai kesana” cletuknya
“lalu bagaimana kita kesana?”
“naik mobil angkut sayur. Pagi-pagi sekali kita nyusup ke mobil itu. Aku yakin pasti mobil itu pergi ke kota”
“kau yakin?” pilik ragu dengan jawaban alit
“percayalah” ia menegaskan kepada pilik
Sepanjang malam pilik hanya bisa membayangkan tempat yang barnama kota, ia pun membayangkan jika kota itu adalah tempat yang ia pikirkan seharian ini. Ia berharap dapat melihat indahnya cahaya malam seperti yang dikatakan alit.
Pagi hari itu pilik dan alit bergegas menuju pasar dekat rumahnya untuk malaksanakan rencana aksinya. Tiba di pasar alit yang saat itu sedang mengawasi mobil sayur tiba-tiba pilik menepuk punggung alit.
“Al.. apa kau yakin rencana kita bakal berhasil?”
“Hmm... 99 persen aku yakin pil, sisanya kau tanggung sendiri yah”
“Tega kau”
“Mana ada rencana berhasil total pil... pasti ada kasatkusutnya”
“Baiklah.. kalau kau yakin ini bakal berjalan baik”
Alit mulai memberikan kode kepada pilik untuk segera masuk ke dalam bak mobil sayur, mereka berlari pelan dan tetap untuk diam. Alit membuka penutup bak mobil sayur itu kemudian ia langsung menyuruh pilik untuk menaikinya terlebih dahulu.
“Apa?”
“Cepat kau naik?”
“Kenapa aku dulu, kau dulu saja lah”
“Cepat keburu si supir itu melihat kita!”
Pilik mau tak mau harus menaiki mobil bak sayur itu, sedangkan alit tetap mengawasi si supir agar tidak melihat aksi mereka. Setelah pilik berhasil naik ke bak mobil sayur itu, alit menyusul untuk menyusup ke bak mobil dan menutupnya.
“Kita berhasil!”pilik bergumam
“Yap, rencana ku selalu berhasil dan rencana kita belum selesai!”alit menegaskan
“Rencana yang mana lagi?”
“Rencana untuk menelusuri kota, kau mau melihat kota kan?”
“Hmmm... aku mau, tapi .....”
“Sudahlah kau bakal aman denganku, kita sama-sama menjelajah kota dan melihat indahnya kota dimalam hari”
“Baiklah”
Sesampainya di kota mereka mulai melangkahkan kaki, tanpa sepeserpun uang yang mereka bawa hanya bermodalkan nekat serta kerberanian yang mereka punya. Mereka mulai tercengang melihat kemegahan suatu kota yang ditata sedemikian bagus dan merasakan suasana kota.
“Pilik lihatlah sekelilingmu, ini lah yang namanya kota”
“Kenapa kau tak kasih tau aku kalau kota banyak rumah-rumah bertingkat, berbentuk kotak-kotak. Ini menarik untuk kita telusuri al”
“Ayolah kita cari makan dulu sebelum menelusuri kota”
“Makan dimana kita pil? Kau punya uang untuk beli makanan?”
“Astaga kenapa kita pergi ke kota tanpa bawa apa-apa?”
“Lalu mau bagaimana lagi kita?”
“Aku tak tau harus bagaimana”
“Minta ke saudara kita saja”
“Saudara siapa? Kau punya saudara kah disini? Terselamatkanlah kita”
“Ya orang-orang ini saudara kita!”
“Sadarlah kau pil, ini bukan tempat kita. Mana mereka mau kasih kita makanan”
Mereka berpikir bahwa mereka tidak akan menyerah hanya karena makanan. Mereka melihat para pengamen kota mendapatkan uang dari orang-orang, dari situ menjadikan alit mempunyai ide kalau mereka harus mengamen untuk mendapatkan uang. Mereka membuat alat yang menghasilkan bunyi untuk mereka mainkan, selama itu mereka mengamen di pinggir jalan dan mendapatkan uang. Kini mereka bisa membeli makanan dengan uang  hasil mengamen mereka.
Malam hari mereka melihat lampu-lampu kota yang bersinar, menerangi sudut jalan. Mereka menaiki sebuah gedung bertingkat dan melihat keindahan kota.
“Jadi ini, cahaya malam hari di kota?”pikirnya
“Cahaya lampu yang menerangi setiap jalan, rumah, dan tempat-tempat”pikirnya lagi
“Hey kau melamun saja, bagaimana? Kota indahkan?”
“Yap indah seperti bayanganku banyak orang-orang”
“Yaudah bersiaplah kau tidur, besok kita balik ke rumah”
“Ok”
Keesokan harinya mereka bergegas untuk pulang ke rumah mereka tetapi hal yang tidak ingin terjadi, mereka kehilangan mobil pengangkut sayur yang menuju rumah mereka .
“Bagaimana sekarang kita bisa pulang?” ini salah kau, andai aku tak ikut kau al”
“Hey kenapa kau salahkan aku? Ini bukan masalah kau dan aku. Kita disini sama-sama terjebak tak bisa pulang”
“Ya terjebak di tempat yang baru saja saya tau dan tempat aneh ini”
“Bukankah kau juga ingin ke tempat ini? Janganlah kau salahkan aku seperti ini, coba salahkanlah dirimu”
“Aku ingin pulang dan bagaimana caranya aku ingin pergi dari tempat ini”
“Yasudah sana lah kau pulang”
“Baik, aku jalan kaki dari sini”
“Hey kau tak seriuskan? Jalan kaki dan kau sampai rumah sepekan kemudian”
“Ya aku tak serius. Bila ada kau, aku tak pernah serius”
“Ah kau ini, maafkanlah aku”
“Maaf saja tak cukup untuk ku. Aku ingin pulang!”
“Aku juga ingin pulang, pikirkan lah bersama cara kita bisa pulang”
Mereka kini hanya bisa berpikir cara untuk kembali pulang. Mereka pun berharap ada sebuah pertolongan untuk mereka, pertolongan yang membawa mereka dapat kembali pulang.
Saat mereka berdua sedang berpikir ada sebuah mobil tua yang mendekati mereka, kaca jendela mobil itu perlahan membuka terlihatlah wajah tua dengan senyuman.
“Hey nak, tadi aku lihat kalian berdua bertengkar seperti kucing dan tikus ribut terus. Ada apa nak?” seorang kakek bertanya
“Maaf kek kami bertengkar karena kami kehilangan mobil pengangkut sayur yang menuju ke rumah kami, tanpa mobil itu kami tak bisa pulang ke rumah”Alit menjawab
“Dimana rumah kalian nak?”tanya kakek
“Entahlah kami tak pernah tau nama tempat rumah kami”cletuk pilik
“Jadi kalian pergi ke sini untuk apa?”
“Kami sebenarnya ingin tahu yang namanya kota kek, kami menyelinap ke mobil pengangkut sayur tujuan kota tapi sekarang kami bingung untuk balik ke  rumah”Alit menjelaskan rencana awal mereka
“Baiklah kalau begitu naik ke mobil ku nak, kita cari rumah kalian”ujar kakek
“Terimakasih kek!”alit dan pilik trlihat senang dan menghela nafas
“Sungguh baik sekali kakek ini”pilik bertutur
“Ya..ya.. kakek hanya kebetulan lewat”
Mereka pun menaiki mobil milik kakek itu untuk kembali pulang dengan mengingat-ngingat jalan yang mereka tempuh untuk pergi ke kota
Saat di sebuah belokan jalan mereka mulai menegnali tempat itu, mereka mulai tau jika mereka sudah dekat dengan rumah mereka. Alhasil mereka sampai di rumah dengan selamat berkat pertolongan kakek yang baik hati.


Jumat, 28 November 2014

Ebook BSE Fisika SMA

 
Judul : Praktis Belajar Fisika
Kelas : 12 SMA
Pengarang : Aip Saripudin, Dede Rustiawan K. ,  Adit Suganda
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2009
Download : Klik Disini